Materi IPS SD Kelas 6 Semester 2 : Gejala Alam Indonesia dan Negara Tetangga



Gejala alam adalah peristiwa yang disebabkan oleh kondisi alam. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak gejala(peristiwa) alam yang terjadi di permukaan bumi. Terjadinya gejala alam berkaitan erat dengan kenampakan alam. Gejala alam ada yang menguntungkan dan ada yang menimbulkan kerugian bagi manusia. Gejala alam yang menimbulkan kerugian disebut dengan bencana alam. Beberapa contoh gejala alam , antara lain longsor, gempa bumi, banjir, gunung meletus, dan tsunami. Contoh gejala alam yang lainnya yaitu hujan, embun, dan terjadinya siang malam.

Kenampakan alam dan iklim di Indonesia memiliki kesamaan dengan Negara-negara Asia tenggara, sehingga secara umum gejala alamnya juga memiliki kesamaan.. Misalnya gejala alam berupa gempa bumi dan banjir yang sering terjadi di Negara kita, juga sering terjadi di Negara tetangga seperti Filipina dan Thailand.

Berikut penjelasan tentang gejala alam yang sering terjadi di Indonesia dan Negara tetangga.
A.    Banjir
Banjir merupakan bencana alam yang terjadi karena factor alam dan perilaku manusia. Banjir yang disebabkan factor alam yaitu karena curah hujan yang tinggi dan terus menerus sehingga air sungai meluap hingga ke daratan. Sedangkan factor perilaku manusia yaitu membuang sampah sembarangan dan  merusak hutan.

B.    Tanah longsor
Tanah longsor mrupakan peristiwa runtuh atau jatuhnya tanah atau bebatuan dari lereng bukit atau gunung. Umumnya tanah longsor terjadi di kawasan perbukitan atau pegunungan. Tanda-tanda sebelum terjadinya tanah longsor yaitu hujan berlangsung lama, muncul suara dan getaran kecil di atas lereng.
Faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya tanah longsor, sebagai berikut :
1.    Hujan lebat dan berlangsung lama.
2.    Penebangan pohon secara liar.
3.    Gempa bumi yang menyebabkan tekanan pada lereng gunung.
4.    Erosi yang disebabkan oleh disebabkan oleh sungai dan gelombang laut sehingga lereng-lereng jadi curam.
5.    Banyaknya perumahan di atas lereng gunung.

C.   Gunung meletus
Gunung-gunung di Indonesia umumnya berapi, namun ada yang aktif dan tidak aktif. Gunung yang dapat meletus adalah gunung berapi yang masih aktif. Gunung api yang meletus merupakan gejala alam vulkanik. Ciri-ciri gunung berapi yang aktif adalah puncaknya berasap.
Tanda-tanda gunung api akan meletus adalah naiknya suhu udara di sekitar gunung, banyak binatang turun dari lereng ke daerah yang lebih rendah, banyak mata air yang menjadi kering, dan tercium bau belerang.

D.   Gempa bumi
Gempa bumi merupakan gejala alam berupa getaran atau guncangan yang terjadi pada permukaan bumi yang ditimbulkan oleh tenaga dari dalam bumi. Ilmu yang mempelajari gempa disebut seismologi. Alat untuk mengukur kekuatan gempa dinamakan seismograf. Gempa bumi tidak didahului dengan tanda-tanda tertentu, berbeda dari bencana alam lainnya. Titik pusat gempa disebut episentrum. Gempa dihitung berdasarkan Skala Richter (SR).

Gempa bumi terdiri dari 2 macam, yaitu
1.    Gempa Tektonik
Gempa tektonik adalah gempa yang disebabkan oleh pergeseran lempengan permukaan bumi.
2.    Gempa Vulkanik
Gempa Vulkanik adalah gempa yang disebabkan oleh aktivitas gunung berapi.

E.    Tsunami
Tsunami berasal dari bahasa Jepang, tsu artinya pelabuhan dan nami artinya gelombang. Jadi tsunami berarti gelombang besar di pelabuhan. Gelombang tsunami dapat terjadi apabila pusat gempa terjadi di dasar laut dengan kedalaman dan kekuatan tertentu. Seperti bencana tsunami yang terjadi di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) pada tanggal 26 Desember 2004. Bencana yang terjadi di Negara kita ini juga di rasakan oleh Negara tetangga, seperti Thailand, dan Sri Lanka.

Selain disebabkan karena gempa tektonik, tsunami juga dapat disebabkan oleh tanah longsor di dasar laut, jatuhnya benda langit (meteor) ke dalam laut, dan juga karena letusan gunung berapi. Seperti letusan gunung Krakatau di Indonesia yang terjadi pada tahun 1883 yang mengakibatkan terjadinya tsunami dengan ketinggian 42 meter dan tercatat sebagai gelombang tsunami tertinggi di dunia.

F.    Angin Topan
Angin topan merupakan tiupan angin yang sangat kencang. Tiupan angin yang sangat dahsyat mengakibatkan banyak pohon yang tumbang, dan hancurnya bangunan.

G.   Angin puting beliung
Angin putting beliung disebut juga tornado. Puting beliung yang sangat kuat dapat menghancurkan bangunan, dan melontarkan kendaraan atau benda berat ke udara. Tanda-tanda putting beliung adalah diawali dengan munculnya bentuk mirip belalai dari awan, angin bertiup kencang, terjadi gerimis dan sambaran petir dan debu membumbung membentuk corong.

Comments

Post a Comment

Terimakasih atas kunjungannya. Silakan tinggalkan komentar dengan bahasa yang sopan ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

Popular posts from this blog

Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik, dan Model Pembelajaran